Make your own free website on Tripod.com
AbOuT LoVe

Home

DeFiNiSi CiNtA
AbOuT LoVe CoUpLe
AbOuT PaReNt
AbOuT fRiEnD
TrUe LoVe
SMiLe
HuKuM PaCaRaN
CeRiTa CiNtA
AbOuT LoVe CoUpLe

** CINTA SEJATI **


Bila saatnya tiba, kita tidak lagi mencari teman kencan tapi teman
sejiwa.

Tahukah Anda perbedaan antara pria yang bisa diajak kencan dan pria
yang
bisa diajak menikah?

Pria yang bisa diajak kencan memberikan saat-saat indah, tapi pria yang
bias diajak menikah akan memberikan kehidupan yang indah untuk kita.

Pria yang bisa diajak menikah biasanya pemalu di awal proses kencan,
bahkan
kadang tidak menarik.

Tapi individu yang justru mengawali dengan tidak terburu-buru akan

menjalani dengan proses dengan baik dan berakhir dengan bahagia.

Dalam mencari jodoh yang harus dilakukan pertama kali dan paling
mendasar
adalah membangun persahabatan terlebih dahulu. Untuk menemukan CINTA
SEJATI,

Anda tinggal mencari SAHABAT TERBAIK--bukan pecinta ulung!

Pasangan yang telah menikah lama biasanya mengatakan, "Pasangan saya

merupakan sahabat terbaik".

Sahabat yang akan dijadikan pasangan Anda, seseorang yang secara fisik

maupun psikologis menarik hati Anda.

Maksudnya pasangan hidup Anda harus yang nyambung...gitchuuu...!!!



JADIKAN SAHABAT LEBIH DULU

Jangan "silau" dengan penampilan fisik (misalnya: macho, tampan, punya

mobil bagus, bla-bla-bla!).

Kencan adalah suatu proses mencari tahu apa yg benar2 diinginkan dan

dibutuhkan.



CARI PASANGAN BUAT MENIKAH BUKAN UNTUK PACARAN

Ingat perbedaan mendasar pria yang bisa diajak menikah dan yang bisa
diajak kencan.

Biasanya pria yang bisa diajak kencan pandai merayu, tapi tidak mampu

mempertahankan hubungan.

Jangan terjebak dengan ilusi romantis!

Hati-hati dengan pria yang biasanya hanya bersenang-senang; memberikan

bunga, coklat/permen atau perhatian tapi tidak bisa

memberikan dukungan saat Anda melalui saat-saat berat.

Pria yang mau diajak menikah mencintai Anda secara keseluruhan, tidak
hanya
yang baik-baik saja.

Carilah pria yg bisa memberikan rasa aman secara emosional.



TENTUKAN BATAS DALAM BERHUBUNGAN

Ada beberapa pria yang tidak bisa diajak serius.

Mereka mempunyai kecenderungan tidak setia dan selalu mencari yang
"lebih"
lagi,seperti ungkapan "rumput tetangga lebih hijau"!

Jika pria yang pergi dengan Anda selalu melirik wanita lain (alias

ganjen!!!),jangan coba-coba menjalin hubungan dengannya!

Kecuali disaat-saat tertentu dia ingin membuat anda jealous

(Anda pasti tahu kapan dia becanda atau serius saat melirik wanita
lain)

Tentukan batasnya, jangan biarkan orang lain berulang-ulang menyakiti
hatiAnda.Jika terjadi dan Anda tidak mengatakan apa-apa itu sama
artinya
dengan diadapat memperlakukan Anda seenaknya!



TULISLAH KUALITAS YANG ANDA BUTUHKAN DARI SEORANG PRIA

Misalnya: jika Anda membutuhkan seseorang yang benar-benar sensitif dan
bias diajak bicara,jangan terpaku pada pria yang tampan tapi pendiam.

Jangan buang waktu berkencan dengan pria yang pada dasarnya tidak akan

membuat Anda bahagia. Jika Anda tahu apa yang Anda butuhkan (bukan
hanya
yang Anda inginkan) dan tahu apa yang bisa membuat Anda bahagia, Anda
akan
mampu mengenali si dia saat menampilkan kualitas dirinya dan itu bukan
hanya dari penampilan luarnya saja.


JANGAN TAKUT BERTANYA

Jika ada pria yang berjanji akan menghubungi Anda tapi tidak
melakukannya,

Anda berhak menanyakan alasannya. Seringkali wanita membuat kesimpulan
keliru tentang hal ini.

Pria dan wanita berbeda, mereka melakukan sesuatu dengan alasan dan

motivasi yang berbeda pula.

Jangan terlalu berprasangka dan berpikiran terlalu jauh atau yang

tidak-tidak. Sebaiknya minta klarifikasi atau penjelasan secara
langsung
dari dia.



PAHAMI TERLEBIH DAHULU BAHWA KENCAN (SEPERTI JUGA PERNIKAHAN)

MERUPAKAN SUATU PROSES

Seperti juga persahabatan, kencan yang serius membutuhkan waktu.

Dalam tahap ini mulailah mencari tahu seperti apa pria yang berkencan

Dengan Anda.

Misalnya mencoba dengan mengatakan hal yang sederhana, katakan padanya
Anda
mengalami hal yang tidak menyenangkan hari ini.

Bila ia tidak bertanya mengapa dan malah mengalihkan pembicaraan ke
topik
lain,

Anda bisa tahu pria ini bukan orang yang enak diajak berbagi perasaan.

Ingat: kemampuan berbagi, kunci ikatan cinta sejati yang kuat.

Suatu hubungan bukanlah sesuatu yang anda miliki atau tidak.

Melainkan merupakan kerja sama dua belah pihak, satu kesatuan,

dimana terdapat saling asuh, dukungan stimulasi, kejujuran dan banyak
lagi.


MEMANDANG HUBUNGAN SEBELUMNYA SEBAGAI PELAJARAN, BUKAN KEGAGALAN

Setiap orang yang terlibat dalam hidup Anda memberikan pelajaran
berharga
(termasuk mantan-mantan pacar Anda).

Apapun yg menimpa Anda, Anda bisa mengambil hikmahnya.Hubungan
sebelumnya
bisa dijadikan pelajaran,apa yang membuat Anda bahagia dan sebaliknya.

Jangan pernah menyalahkan diri sendiri, tapi belajar dari kesalahan
atau
kegagalan sebelumnya.

Ingat: berbuat suatu kesalahan itu manusiawi, tapi jika melakukannya

terus-menerus, itu suatu kebodohan.


JANGAN TAKUT MENCOBA, SEKALIPUN TIDAK SESUAI DENGAN HARAPAN ANDA

Wanita seringkali terpaku pada pola harapan yang lazim tentang cinta.

Misalnya hanya menikah dengan pria yg berasal dari kota, gaul,
terpelajar
dan bekerja di kantor.

Jangan takut mencoba sesuatu yang tampak tidak bisa membuat Anda
bahagia.

Siapa tahu Anda malah bisa senang tinggal di desa dengan tenang
bersama
suami! Jangan hanya berkencan dengan tipe Anda.

Tipe hanyalah serangkaian sifat yang ada pada seseorang.

Anda kan tidak berkencan dengan serangkaian tipe itu, melainkan secara

keseluruhan.

Banyak pria dan wanita tidak memanfaatkan waktu secara keseluruhan,
untuk
menganalisa apa yang sebenarnya diinginkan. Mereka langusng memilih
dengan
gampang dan cepat, "berkencan dengan orang yang sesuai dengan tipenya".

Ini adalah suatu phobia (ketakutan) terhadap komitmen.

JADILAH DIRI ANDA SENDIRI

Jangan berpura-pura dalam berhubungan, percuma dan tidak akan ada
hasilnya.
Ada empat kualitas utama dari seseorang, entah itu pria atau wanita,
yang
bisa membuat orang lain tertarik:


1. Authentic (asli)


2. Dapat dipercaya


3. Genuine (tulen/rajin)


4. Tidak plin-plan alias konsisten


Pria dan wanita yang bisa dipercaya, selalu jujur dan menjadi dirinya

sendiri,

akan dapat menikmati kehidupan dan akhirnya menemukan cinta sejatinya!


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

[ Dikutip dari sebuah buku karangan psikolog Basha Kaplan dan penyiar
radio

Bayangkanlah Bila Aku Tak Setia

eramuslim - Bayangkanlah bila aku tak setia Seketika wajah istriku memerah ketika pernyataan itu kuungkapkan tadi malam. Ada getar kemarahan yang siap menyemburat dari rona wajahnya, namun ia masih mencoba menahannya. Belum selesai tarikan nafasnya yang kesekian setelah pernyataan itu, ia langsung membalikkan badannya memunggungi aku. Aku tersenyum, berhasil pikirku.

Ya, aku berhasil membuatnya semakin sayang kepadaku. Anda bisa saja melakukan hal yang sama (jika berani) untuk membuat sayang dan cinta pasangan Anda tetap bergelora sepanjang masa. Memang, pernyataan itu bisa berimplikasi ketika Anda tak segera mengklarifikasinya. Seperti kejadian malam itu, setelah berbalik dan memunggungi, aku biarkan ia melakukan hal itu selama ia mau. Karena aku tahu, di benaknya terngiang-ngiang kata-kata: bayangkanlah bila aku tak setia dan dimatanya, hanya diriku yang singgah disana.

Dan itu terbukti, setelah beberapa saat kupikir ia tidur dan bersikap masa bodoh dengan ungkapanku yang aneh itu, ternyata ia tidak bisa memejamkan mata dan terus memikirkan kata-kata itu. Dik , abangkan cuma bilang, bayangkan dan itu belum tentu terjadi. Abang belum melanjutkan pernyataan berikutnya

Dan benar, selang satu jam dari pernyataan pertama, aku ucapkan pernyataan kedua, Bayangkanlah dik, bila Abang mendahului adik menghadap Allah. Serta merta ia berbalik dan memelukku erat, beberapa tetes air bening keluar dari sudut matanya yang cantik. Maaf, aku tidak bisa menceritakan kepada Anda tentang kehangatan cinta dan sayang malam itu, jika Anda tak melakukannya sendiri. Yang jelas, aku berhasil melakukan satu terapi yang tepat untuk tetap membuat istriku sayang dan cinta kepadaku.

Bagaimana dan mengapa hubungan dapat berlangsung dan dapat gagal? Secara sederhana dapat dijelaskan, Anda tidak dapat menghargai apa yang Anda anggap sebagai sesuatu yang memang sudah semestinya Anda miliki. Inilah sebabnya mengapa orang-orang tidak merasa berbahagia dengan kehidupan yang mereka miliki. Mereka selalu menginginkan lebih banyak tapi tidak pernah bersyukur terhadap apa yang mereka miliki. Dan apabila Anda tidak mensyukuri apa yang Anda miliki, Anda akan mulai beranggapan bahwa hal itu memang sudah semestinya Anda miliki. Apabila Anda memiliki anggapan yang demikian, maka Anda tidak lagi menganggap berharga apa yang Anda miliki. Dan apabila Anda tidak menganggap berharga apa yang Anda miliki, Anda tidak dapat menikmati apa yang Anda miliki.

Hal yang sama juga berlaku dalam setiap hubungan. Dalam hal ini, bagi Anda pasangan suami istri, apabila pasangan Anda menganggap Anda sebagai orang yang memang sudah semestinya ada, maka dia tidak akan menganggap Anda sebagai orang yang berharga dan dia akan mulai mencari orang lain. Contoh sederhana, misalkan saja Anda pergi ke dokter, dan dokter mengatakan bahwa Anda akan kehilangan pendengaran, barangkali Anda akan segera menyadari bahwa suara indah istri Anda tak akan pernah lagi terdengar. Itu baru pendengaran, bayangkanlah jika tidak sekedar pendengaran yang hilang, misalnya, penglihatan atau bahkan pasangan Anda pergi untuk selamanya.

Ada sebuah pesan Nabi agar kita senantiasa mengingat 5 hal sebelum datangnya 5 hal yang lain, yakni sehat sebelum datangnya sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, waktu lapang sebelum kesempitan tiba dan hidup sebelum mati. Pesan Nabi itu senantiasa mengingatkan kita bahwa rasa bersyukur kita akan muncul ketika diingatkan bahwa apa yang kita anggap sebagai sesuatu yang sudah semetinya kita miliki itu sesungguhnya belum tentu kita miliki (selamanya). Anda tidak bisa menganggap sesuatu yang sudah Anda miliki saat ini sebagai hal yang tidak mungkin terpisah dari Anda, karena setiap saat, semua yang Anda miliki itu dapat saja hilang dan berpisah.

Anda pernah cemburu? Atau pasangan Anda cemburu? Jangan khawatir, karena itu justru akan semakin mengeratkan hubungan Anda. Apabila Anda atau pasangan Anda sedikit mengkhawatirkan hubungan Anda, ini artinya bahwa di dalamnya ada unsur keraguan, sehingga kekhawatiran ini tidak akan menghilangkan keangkuhan dan tidak bersyukur. Untuk itu, Anda perlu menciptakan unsur ketidakpastian agar Anda tidak kehilangan kasih sayang untuk lebih mengeratkan hubungan.

Tanpa adanya unsur keraguan akan muncul perasaan bahwa Anda akan selalu ada. Apabila perasaan seperti ini muncul, maka pasangan Anda tidak akan lagi menganggap bahwa Anda orang yang luar biasa, sehingga hilanglah penghargaannya kepada Anda. Jika pasangan Anda sudah menganggap bahwa Anda memang sudah semestinya ada, padamlah perasaan kasih sayang. Tapi jangan takut, dalam waktu sedetik Anda dapat menghidupkan kembali perasaan sayang dan hubungan akan (semakin) menjadi erat dengan cara memperkenalkan unsur keraguan.

Satu kesalahan yang sering kita lakukan dan sangat disayangkan, ketika kita merasa tidak aman terhadap sebuah hubungan, kita justru lebih memperparahnya dengan menegaskan bahwa Anda selamanya miliknya, sehingga hilanglah unsur keraguan yang menyadarkan bahwa Anda tidak selalu mesti ada. Sepintas sih, setiap pasangan yang diberi kata-kata penegasan, bahwa Anda miliknya selamanya, akan tersenyum. Padahal kalau mau direnungi lagi, hal itu jelas merupakan kesalahan yang lumayan fatal. Inilah fakta tentang karakter manusia. Jadi, jika ingin terus disayang dan dicinta, ingatkanlah selalu pasangan Anda agar senantiasa menganggap bahwa setiap saat dia bisa saja berpisah dan kehilangan Anda. Berani mencoba? Hmmm (Bayu Gautama, sumber tulisan: David J Lieberman, Get Anyone To Do Anything)



===============================================================
Pasangan Jiwa
 
Kadangkala aku berkhayal seorang di ujung sana juga
tengah menanti tiba saatnya. Begitu ingin , berbagi batin,
mengarungi hari, yang berwarna, dimana dia pasangan
jiwaku? ku mengejar bayangan, kian menghilang, penuh
berharap... (Katon Bagaskara)

  Bait-bait lagu "Pasangan Jiwa" yang cukup melankolis
tadi, agaknya cukup disukai para lajang yang belum
beruntung menemukan pasangan yang "pas". Dalam batin
mereka acap bertanya-tanya: Siapakah seseorang diantara
milyaran manusia di bumi ini yang kelak akan hidup
bersamanya? Dimanakah seseorang itu berada? Kapankah ia
akan menemuinya?

  Sayangnya, ketika sudah mendapatkan seseorang pun, para
lajang ini terkadang malas membuat komitmen. Alasannya,
mereka belum yakin seratus persen bahwa pasangan yang
bersamanya saat ini adalah seseorang yang tepat untuknya.
Sebagian, bahkan merasakan seolah masih ada seseorang yang
lebih tepat untuknya "melayang-layang" di luar sana. Hanya
saja ia belum menemukannya. Tapi, sampai kapan..?

  Begitukah friends? Benarkah ada yang disebut dengan soul
mates, "pasangan jiwa" bagi tiap manusia di muka bumi ini?
Apakah Anda percaya dengan apa yang disebut pasangan jiwa?
Atau bisakah kita memiliki pasangan jiwa lebih dari satu
di dunia ini? (Banyak pertanyaan ya)

  Sejumlah pakar kejiwaan percaya bahwa di dunia memang
terdapat hubungan antara dua pasangan jiwa, dua jiwa yang
ditakdirkan menyatu dengan kuat satu sama lain sepanjang
waktu. Konon, dengan kehadiran pasangan jiwa ini, Anda
akan merasakan benar-benar dicintai, benar-benar aman dan
benar-benar dipahami.

  Lantas bagaimana Anda mengetahuinya? Sejumlah teman
mengatakan, "Ya pokoknya terjadi begitu saja, Kita tahu
hanya dengan melihatnya. Dengan menggunakan perasaan."
Tapi, perasaan macam apa? Psikolog Barbara De Angelis
menggambarkan bahwa ketika Anda berjumpa pasangan jiwa
Anda, Anda akan merasakan seolah-olah Anda ingin selalu
bersamanya, tidak hanya hanya dalam kehidupan di dunia
ini, tapi untuk selamanya. (dahsyat ya).

  Pertemuan tersebut, akan begitu saja memadamkan api
kerinduan yang lama terkurung dalam hati Anda, sampai Anda
berhasil bertemu satu sama lain. Suatu kerinduan istimewa
yang tidak akan mampu dipuaskan oleh hubungan yang biasa
mana pun juga.

  "Untuk setiap saat, setiap menit waktu yang Anda
luangkan bersamanya, Anda akan merasakan seolah "pulang ke
rumah"" katanya.

  Bagaimana kalau Anda tidak merasakannya?

  Jawabannya ada pada hasil riset. Penelitian terbaru
mengatakan: Andaikan Anda belum menemukan seseorang yang
begitu sempurna yang bisa disebut sebagai pasangan jiwa,
Anda masih dapat berkeyakinan menemukan seseorang.

  Bagaimana caranya? Dengan berusaha tentu saja. Laki-laki
dan perempuan, sebaiknya mengembangkan perasaan bahwa
pasangan mereka pada dasarnya adalah gambaran diri,
hakekat jiwa mereka sendiri, dan lebih memfokuskan
hubungan pada kesamaan yang ada ketimbang perbedaan.
"Dengan menerima seseorang sebagai diri Anda, seseorang
yang akrab dengan Anda. Perasaan bahwa Anda memiliki
spirit yang sama, pokoknya seseorang yang mirip dengan
Anda-lah, dengan begitu Anda akan mengetahui dan memahami
mereka sebagaimana dia adanya," kata Sandra L Muray,
peneliti dari the State University of New York .

  Tentunya, dengan memahami orang lain seperti Anda
memahami diri sendiri, membuat Anda memahami pula segala
kekurangannya. Seperti halnya Anda memaklumi kekurangan
diri sendiri. Perkawinan-perkawinan abadi seringkali masuk
kategori ini. Khususnya perkawinan yang menyisakan rasa
damai dan kebahagiaan pada akhir kisahnya.

  Dikatakan Barbara, hubungan kasih sayang yang berkaitan
dengan pasangan jiwa ini tidak selalu diisi dengan
hubungan emosional yang spontan, bergairah, dan
mendebarkan sepanjang waktu. Kadang kita tidak menemukan
pasangan yang tepat dengan begitu saja. Diperlukan sedikit
usaha agar pasangan jiwa ini menuju tingkat saling mencari
kecocokan dan memahami satu sama lain, sehingga tercipta
hubungan yang kokoh.

  Apakah selalu berupa hubungan yang abadi ? Konon tidak
ada satu hal pun di dunia ini yang terjadi secara
kebetulan, kadangkala dua orang terseret jauh dalam
masalah-masalah kehidupan ini secara bersama-sama. Menurut
Barbara, setiap hubungan yang terjadi antar manusia pasti
memiliki tujuan tertentu. Maka, bukan kebetulan pula bahwa
dua orang tertentu terlibat dalam suatu hubungan kasih
sayang.

Masing-masing orang di dunia ini, menurutnya, akan
menemukan pasangan jiwanya sendiri-sendiri. Bisa dengan
cara yang cukup mudah, namun kadangkala harus melalui
peristiwa yang sangat dramatis dan mendebarkan.

Bisa saja seseorang memiliki pasangan jiwa lebih dari
satu, sebab tidak selalu hubungan kasih sayang itu
berlangsung selamanya. Satu hal yang pasti, apakah
hubungan itu hanya berlangsung selama satu minggu, apakah
pasangan tersebut hanya hidup bersama selama satu tahun,
atau limapuluh tahun? Tujuannya tetap sama mereka menjadi
manusia, menjadi pasangan jiwa yang saling menyayangi pada
masanya.

  Mereka kadang datang sebagai sahabat, sebagai kekasih.
Orang yang datang dalam kehidupan Anda tepat ketika Anda
membutuhkan kasih sayang. Bisa saja ia hanya mampir
sebentar menemui Anda, dan kemudian bergerak terus untuk
menemui seseorang yang lebih tepat dan cocok dengannya.
Demikian juga Anda. Namun, setiap pasangan yang saling
menyayangi entah itu akan abadi atau tidak- pada
dasarnya adalah pasangan jiwa. Bagaimana dengan pasangan
jiwa yang abadi?

  Beberapa ajaran agama mengatakan bahwa setiap manusia
bisa memiliki beberapa pasangan jiwa yang abadi. Sementara
ajaran-ajaran lainnya, mengatakan bahwa hanya ada satu
pasangan jiwa abadi dalam diri setiap pasangan, selama
hidupnya.

  Yah, apapun yang mereka katakan, kalau saat ini Anda
sudah bertemu pasangan jiwa Anda, sebaiknya Anda tidak
usah peduli apakah ada jiwa lainnya yang melayang-layang
di alam semesta ini menanti saatnya bertemu. Yang paling
penting bagi Anda adalah berikanlah kasih sayang pada
pasangan Anda, tanpa syarat. "Kalau engkau begini, maka
aku akan menyayangimu," itu bukanlah kasih sayang.

  Kasih sayang, menurut penulis Andrew Matthews berarti
menerima orang lain apa adanya. Menyayangi dengan mencari
kebaikan dalam dirinya. Dan jika Anda bisa melakukannya
terus menerus, Anda dijamin akan memperoleh kebahagiaan
bersama pasangan Anda. Tanpa perlu repot menghabiskan
energi memikirkan diakah pasangan jiwa yang dikirim Tuhan
untuk Anda. Begitu kawan..?

CeMbUrU ITu WaJaR, AsAL .....
 
Semua orang dapat merasakan cemburu di dalam hati. Dapat dikatakan, cemburu itu wajar dalam batas yang cukup. Selebihnya, akan memberikan dampak yang tidak baik secara fisik dan emosional.

Cemburu yang positif
Berlawanan dengan apa yang diyakini kebanyakan orang, rasa cemburu tak selamanya negatif. Wajar-wajar saja apabila kita merasa cemburu terhadap pasangan. Misalnya, kalau Anda mendengar pasangan memberi pujian pada kelebihan rekan sekerjanya (yang berlawanan jenis) - yang memang Anda tahu memiliki prestasi yang lebih. Bisa jadi, reaksi pertama Anda adalah perasaan kurang suka. Dan Anda bertanya-tanya, apa sebabnya komentar spontan tersebut dapat terlontar.

Pada tahap ini, Anda sudah mulai merasa cemburu. Namun, kalau porsi cemburu masih dalam batas wajar, mungkin saja Anda dengan cara yang penuh ingin tahu bertanya, "Sebenarnya, hal apa sih yang kamu kagumi dari dia?". Dengan cara bertanya yang baik, siapa tahu Anda akan mendapatkan jawaban yang jujur seperti, " Ah, aku kan cuma memberi komentar saja, nggak ada maksud apa-apa yang lebih."

Atau bisa juga kalau pasangan Anda memiliki maksud tertentu, ia akan menjawab, "Kita mungkin dapat mempelajari kesuksesan dia, sehingga kita bisa lebih maju dari sekarang." 
Dari komentar seperti itu, mungkin apa yang dimaksud pasangan adalah agar Anda berdua dapat belajar dari pengalaman orang tersebut. Namun, di lain pihak, bisa juga pasangan ingin Anda lebih memberikan perhatian terhadap dirinya.

Kemungkinan bahwa seseorang akan taking things for granted karena sudah terbiasa hidup berdampingan untuk jangka waktu tertentu, akan lebih tinggi sehingga cenderung mengabaikan hal-hal kecil yang mungkin dapat membangkitkan romantisme seperti pada awal hubungan dahulu. Sikap positif dalam memandang hal ini akan dapat membuat perbedaan akan sikap si dia terhadap Anda. Ya, hitung-hitung bisa lebih mesra. Cemburu yang negatif, tidak rasional dan mengada-ngada
Ada pula cemburu yang lebih dari proporsinya sehingga reaksi seseorang tidak berdasarkan akal sehat dan malahan cenderung tidak pada tempatnya.

Kalau sudah sampai pada tahap seperti ini, Anda sebaiknya melangkah dengan hati-hati karena jangan-jangan Anda sudah berubah menjadi green-eyed monster - istilah yang diberikan pada orang yang membiarkan perasaan cemburu mengendalikan hidup mereka. Sebab-sebab kecemburuan kemungkinan besar disebabkan hal-hal kecil yang tidak pantas dipikirkan lebih lanjut.  

Bagaimana mengenali cemburu yang negatif ini?

Anda dapat bertanya pada diri sendiri apakah rasa cemburu ini menghantui kehidupan Anda. Misalnya, bila Anda cenderung posesif (memiliki rasa kepemilikan yang sangat kuat) dan cuma punya sedikit rasa percaya (low trust) terhadap pasangan Anda.

Tingkah laku yang mungkin Anda lakukan adalah mencurigai pasangan tanpa mau mendengar penjelasan langsung dari mulutnya. Bisa jadi, akhirnya pasangan merasa terkungkung dengan sikap Anda yang selalu mempertanyakan keberadaan dirinya.

Bila salah seorang dari Anda sudah merasa tidak ada rasa saling percaya, lebih baik Anda berdua duduk dan berdiskusi mengenai batasan-batasan yang nyaman dan tidak menyinggung derajat kepercayaan masing-masing.

Memang, sangat mudah untuk tidak menggunakan akal sehat dalam urusan asmara. Namun, perlu diingat bahwa setiap orang membutuhkan rasa aman dan dihargai serta dipercaya oleh pasangan masing-masing. Ingat, cemburu yang positif bisa dijadikan bumbu agar gairah asmara tetap menyala, Tapi, yang negatif mungkin akan membakar habis asmara tersebut. Karena itu, sebaiknya jaga porsi cemburu Anda! (Livia Dharmawan-Iskandar, psikolog)

Enter supporting content here